Langsung ke konten utama
anak lampu warna warni
Anak-anak
lampu warna-warni
Sore
itu, udara yang terasa hangat dibawah langit yang kemerah kekuningan yang mulai
dimakan oleh gelap langit malam. Teringat ketika duduk di bangku sekolah dasar
kalau mewarnai langit sore dipadukan dengan
tumpukan beberapa warna crayon yang bermerk Titi. kalau kalia suka gambar atau melukis pasti kalian tau merek ini hhee. Mulai dari merah tua, nila, orens, kuning sampai
kuning yang paling muda.Yah pokonya biar ada gradasi warna gitu. Emm… Alangkah menyenangkan kalo ingat jaman SD. Bebas bermain, gak mikir utang,
PR paling Cuma suruh ngitung perkalian silang. Uang tinggal minta. Bangun
bebas mau jam berapapun. Gak ada baper-baperan Ohh dimanakah masa-masa itu.Betewe sebenarnya aku pengin nulis cerpen kok jadi malah curhat☺. Okk lanjut--->Ku
gas motor pelan-pelan sambil menikmati udara sore yang terasa mengajaku untuk selalu
bertasbih pada Allah. Teringat akan firman Allah SWT yang begitu membekas di
relung hati dalam Surah Al-Isra: “Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di
dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih
dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." QS. Al-Isra (17) 44.
Menikmati
kebesaran Allah SWT yang tak akan pernah terlukiskan oleh tinta manusia
meskipun dengan air tujuh samudra yang ada didunia. Tak selayaknya kita
sombong. Ya Allah lihat mahlukMu yang menjijihkan ini begitu sombongnya.
Padahal engkau telah menciptakan kami dengan bentuk rupa yang paling sempurna.
Ampunilah dosa-dosa kami yang hanya meningatmu diwaktu sulit.
Setiap
sebulan sekali aku selalu melewati tempat ini. Dimana banyak kendaraan yang
berlalu-lalang. Mulai dari motor, mobil pick up, mobil biasa, mobil mewah semua
melewati jalan ini. Khusunya untuk para pengembara antar provinsi macam aku ini.
Aku biasa pulang kalau hari libur kuliah. Kalaupun ada kuliah aku biasa bolos.
Prinsipku mending bolos daripada harus titip absen. Karena ustadz di pondoku
pernah berkata “lebih baik jujur walaupun menyakitkan darpada hidup kita tak
barokah selamanya”. Dengan menerapakan prinsip ini tersa hidupku lebih ringan. Gak munafik juga aku dulu juga pernah nakal.Tapi Alhamdulilah Allah SWT memberikan kesempatan buat bertobat hhhe. Anugerah terindah yang pernah kumiliki.
Setiap
kali aku melintas jalan ini mataku tak pernah berhenti menatap kesebelah
kananku. Anak-anak muda yang terlihat ceria. Sepertinya mereka seumuran denganku. Mereka bercengkrama bersama.
Saling berbagi makanan bersama. Yah meskipun itu hanya sebuah roti, minuman
bahkan biasanya hanya permen 500 san. Kalo kata kyaiku secara dhohir (baca : Luarannya) mereka nampak sangat menikmati hidup. Tapi kita tidak pernah tau apa
yang dirsakan mereka. Apa yang mereka simpan didalam relung hati terdalam mereka. Beban hidup apa yang harus ditanggung mereka. Bagaimana
mereka untuk makan selanjutnya. Dimana mereka harus tidur dimalam hari. Di kota
mana lagi mereka harus singgah. Dengan kendraan apalagi mereka harus menumpang.
Ahh
tak terasa air mata ini tiba-tiba menetas membasi wajah yang sudah kummel
akibat perjalanan sekitar 3 jam non stop. Aku tutup kaca helm supaya tidak
terlihat oleh orang kalo aku sedang menangis. Persaanku sangat sensitif jika melihat ada anak-anak yang mederita, terlunta-lunta, menangis atau disakiti. Ingin rasanya aku memeluk salah satu anak perempuan diantara mereka dan mengatakan "sabar yaa.. ada Allah yang Maha Baik dan Maha Pemurah yang akan mmenolong kita, kita hanya perlu meminta dan sholat, Insyallah Allah akan mengabulkan doa kita". Aku menangis tersedu-sedu dibalik helm pelangi yang bergambar karton kelinci.helm yang selau menempel
dikepala selama 3 tahun terakhir dalam ekspedisi menuju ke kampung
halaman. Mungkin mereka tidak sadar kalo
aku sering memperhatikan mereka. kadang terlintas dibenak ku, aku turun dari motor dan kusapa mereka kemudian memberika☔n sedikit jajan. Tapi aku takut mereka mengira aku hanya akan menghina mereka. Ntahlah itu hanya sebuah niat atau keinganan. Aku berharap suatu saat bisa duduk bersama dan saling berbincang. Semoga diantara pembaca ada yang berminat menemaniku hhee...
Sayup-sayup
suara sholawat terdengar mulai mengecul di telingaku. Astafirulloah aku
mengantuk. Aku berhenti sebentar untuk membesarkan volume music yang ada di hp
ku. Aku biasa memakai headshet untuk menghilangkan kantuk yang begitu merasuk
ketika perjalanan. Dan lagu favoritku adalah sholawat Nabi yang di bawakan oleh
Hadad Alwi dan sulis. Rasanya aku seperti sedang berkendara dengan habibullah
(kekasih Allah SWT) Nabi Muhammad SAW. Alangkah indahnya hidup ini jika aku
dapat melihat beliau dan memeluknya. Nikmat seluruh dunia dan seisinya pun tak
akan tergnati dengan melihat keteduhan wajah beliau. Beliau selalu mengingatkan untuk menyayangi orang miskin
(Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah
melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon
pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika
Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam
keadaan tidak terfitnah. Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai
orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada
cinta-Mu)”. Dalam lanjutan hadits Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam menyebutkan, “Ini adalah benar. Belajar dan pelajarilah”.
(HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa
hadits ini shahih).
Sumber : https://rumaysho.com/2300-keutamaan-mencintai-orang-miskin.html
Tak
peduli siapa orang miskin itu. Islam atau kafir. Jahat atau baik baik. Kita
harus selalu menyayangi mereka. Ingat cerita nabi yang menyuapi soerang nenek
tua yang buta, kafir dan sangat sombong serta membenci Rasulullah SAW. Beliau
selalu menyuapi nenek tersebut sampai beliau wafat. Kemudian digantikan oleh
Abu Bakar as Siddiq sahabat yang paling di cintai Rasulullah SAW. Karena nenek
itu mersa ada yang berbeda dari perlakuan orang menyuaipinya setiap hari. Nenek
itu bertanya “apakah engkau yang biasa menyuapiku setiap hari wahai pemuda” . Abu Bakar menjawab “bukan nenek, namun apakah nenek tau siapa yang telah menyuapi
nenek setiap hari?Nenek itu berkata : “tidak, siapakkah gerangan aku tidak akan
makan selain makanan yang disuapkan oleh orang biasa. Aku tahu perlakuannya,
jika dia sudah dekat aku tahu kalau dia yang datang. Dia begitu lembut dan
berwibawa tidak ada bandingan di dunia ini.”
Abu Bakar tertegun dan
menangis mengingat perlakuan Rasulullah SAW. kepada si nenek dan perlakuan si nenek pada
Rasulullah SAW, walau setiap harinya dzikir nenek itu adalah mencela dan menghina
Muhammad.
Di tengah terisaknya, Abu Bakar berkata pada si nenek, ”Aku
memang bukan orang yang biasa memberi engkau makan dan orang yang biasa itu
sudah tiada. Beliau sudah pergi meninggalkan kita, untuk selamanya, beliau
adalah penghulu kami, Muhammad saw”.
Mendengar tutur kata Abu
Bakar yang tulus dan terbata-bata si nenek bertanya lagi, ”siapa
dia?” Abu Bakar menjawab, “Ya dia adalah Muhammad SAW yang setiap saat kau
cela dan hina, dialah yang memberimu makan setiap harinya, kami tak bisa
menggantikan Beliau”.
Mendengar kata-kata Abu Bakar si nenek buta
tersebut, tak kuasa menahan tangis dan tersungkur bersama-sama Abu Bakar yang
dari tadi menangis karena haru atas apa yang telah dicontohkan Rasul. Tiada akhalk yang paling indah kecuali akhlak Nabi Muhammad SAW. Semoga kita bisa mencontoh akhalak beliau. Jika tidak bisa minimal jagalah hati, ucapan, mata, dan telinga agar tidak menyakiti orang lain. Sekali lagi saya juga masih sangat susah untuk mengendalikan kelima indra tersebut. Alangkah indahnya jika kita saling mengingatkan. hhee
Tak pernah tepetik dipikiranku bagaimana aku bisa
menjalani hidup seperti itu. Sekolah tak bisa. Makan susah. Tempat tinggal tak
jelas. Keluarga yang entah mengkhawatirkan mereka atau tidak. Atau mungkin
lebih parah mereka sengaja dibuang untuk mengurangi beban ekonomi keluarga. Astaghfiruloh penyakit hati ini mulai kumat lagi seujon...
Nampak dari kulit mereka kalo mereka terlihat jarang mandi. Dan pakaiannuya pun
lusuh. Kebanyakan dari mereka menggunakan kaos hitam dengan tulisan di punggungnya anah-aneh, dan sebagian besar tulisannya berupa umpatan atau kata-kata kasar. Aku semakin ngeri dan kasihan melihat mereka khususnya yang perempuan. Ya Allah lindungilah mereka dari segala marabahaya dan nafsu kaum laki-laki yang tidak selayaknya.
Tak berapa lama salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah alat yang
menjadi sumber mata pencaharian. Terdiri dari beberapa helai senar. Nampak mereka
sangat lihai memaikan alat music itu. Kalo di SMA ku dulu setiap siswa harus
bisa bermain gitar. Aku sangat kesulitan untuk memainkan satu kunci. Yah memang passion bukan pada musik. Oleh karena itu aku lebih memilih konsentrasi seni budaya menggambar. Aku sebenarnya tidak terlalu pandai dalam hal gambar-menggambar, tapi kalau buat mewarnai aku suka pake banget. Menurutku sangat seru harus memadu-padukan warna, kita seperti sedang membuat ramuan kimia dan hasilnya bisa langsung dilihat dan dinikmati sendiri. kapan-kapan aku posting hasil mewarnaiku. Ya meskipun tidak terlalu bagus, lebih tepatnya mewarnai ala anak TK. Sampai-sampai aku punya koleksi crayon banyak sekali. Mulai dari yang isinya 12, 36, sampai 54. Alhamdulilah mamaku mengerti hobiku jadi aku bisa minta dibeliin crayon jika persedian dirumah sudah habis.
Aku sangat suka dengan anak-anak. Menurutku jika aku berhadapan dengan anak kecil apalagi yang masih polos aku merasa beban ku hilang diserap oleh kepolosan mereka. Dengan polosnya mereka bercerita ngalor-ngidul masalah mereka. Dengan polosnya mereka menangis didepanku karena beban hidup mereka. Aku punya cerita tentang anak-anak yang aku alami sendiri.
lanjutannya besok-besok yaa insyallah hhe ^_^
BalasHapusmaaf font nya belum sempat di edit its so berantakan -__-
BalasHapus